Senin, 26 September 2016

BIOGRAFI DAN PEMIKIRAN ANAXIMENES



BAB II
PEMBAHASAN

A.    BIOGRAFI
Anaximenes adalah seorang filsuf dari Kota Miletus, kota yang sama dengan Thales dan Anaximandros. Merupakan filsuf ketiga dari Kota Miletus dan dia juga hidup disezaman demean Thales dan Anaximandros. Anaximenes disebut juga sebagai penganut madzhap miletus. Namun tentang kapan kelahiranhya msih belum jelas.Ada yang menyatakan dia lahir pada 588 SM. Anaximenes lebih muda dari Anaximandros. Bahkan dia juga disebut sebagai teman,murid,peganti dari Anaximandros. Anaximenes  mulai terkenal sekitar tahun 545 SM, sedangkan tahun kematianya di perkirakan sekitar tahun 528-526 SM. Dia menulis satu buku, dan dari buku tersebut hanya satu fragmen yang masih tersimpan sampai kini. Merupakan filsuf pertama yang menekankan pada hukum fisika yang mendasari yang mengatur alam semesta.[1]
Anaximrnes juga merupakan orang pertama yang mengarang suatu traktat dalam kesusastraan yunani.dan berjasa dalam bidang Astronomi,geografi sehingga ia dikenal sebagai orang pertama yang membuat peta bumi serta ia juga berhasil memimpin sekelompok orang yang membuat kota baru yang ia beri nama Apollonia di Yunani
Para pemikir filsafat Yunani yang pertama berasal dari miletos, sebuah kota perantauan yunani yang terletak di pesisir Asia kecil.mereka kagum terhadap alam yang penuh nuansa dan ritue dan berusaha mencari jawaban atas apa yang ada dibelakang semua misteri itu.[2]
Pada tahun 494 SMkota miletos direbut dan dimusnahkan oleh bangsa Pars. Dalam sejarah fisafat selanjutnya kita hampir tidak mendangar lagi nama kota itu.tetapi pemikiran filsafat yang lahir dalam kota yunani ini tidak musnah,melainkan akan berkembang terus di daerah-daerah yunani lainya.
B.     PEMIKIRAN
1.      Udara sebagai prinsip dasar segala sesuatu
Pemikiran dari Anaximenes lebih cendrung berbicara tentang filsafat alam yakni apa yang menjadi prinsip dasar (arche) segala sesuatu. Dia merasa ada suatu kejanggalan dan kesulitan dalam menerima filsafat dari pendahulunya, Anaximandros dan Thales. Salah satu kesulitan untuk menerima filsafat Anaximandros tentang to aperion  (berasal dari bahasa yunani a =tidak  dan eras = batas) dia mengatakan suatu prinsip abstrak yang menjadi prinsip dasar segala sesuatu. Dia bersifat ilahi,abadi,tidak terubahkan dan meliputi segala sesuatu. Dari prinsip inilah berasal segala sesuatu yang ada didalam jagad raya sebagai unsur berlawanan(yang panas dan dingin, yang kering dan yang basah, malam dan terang) kemudian beberapa prinsip ini juga semua pada akhirnya akan kembali.[3]
Pandangan fisafatnya tentang kejadian alam ini sama dengan pandangan gurunya.hanya saja ia tak dapat menerima pandanganAnaximandros tentang to apeiron yang metafisik adalah sebagaimana menjelaskan hubungan saling mempengaruhi antara metafisik demean yang fisik.Karena itulah Anaximenes tidak lagi melihat sesuatu yang metafisik sebagai prinsip dasar segala sesuatu,melainkan kepada zat yang bersifat fisik yakni udara.Udara itulah yang satu dan tidak terhingga.udaralah yang membalut dunia ini menjadi sebab segala yang hidup.
Tidak seperti air yang tidak terdapat di api (pemikiran Thales), udara merupakan zat yang terdapat di dalam sesuatu hal, baik air,api,manusia maupun segala sesuatu.Karena itu, Anaximenes berpendapat bahwa udara adalah prinsip dasar segala sesuatu.Udara adalah zat yang menyebabkan seluruh benda muncul, telah muncul atau akan muncul sebagai bentuk lain.Perubahan-perubahan tersebut berproses dengan prinsip “pemadatan dan pengenceran”.Bila udara bertambah kepadatannya, maka muncullah berturut-turut angin,air,tanah dan kemudian batu.Sebaliknya,bila udara mengalami pengenceran, maka yang timbul adalah api.proses pemadatan dan pengenceran tersebut meliputi seluruh kejadian alam,sebagaimana air dapat berubah menjadi es dan uap,dan bagaimana seluruh substansi lain dibentuk dari kombinasi perubahan udara.[4]
2.      Tentang Alam Semesta.
Pembentukan alam semesta menurut Anaximenes adalah dari proses pemadatan dan pengenceran udara yang membentuk air, tanah, batu, dan sebagaimanaya. Bumi, menurut Anaximenes, berbentuk datar, luas, dan tipis, hampir seperti meja.Bumi dikatakan melayang di udara sebagaimana daun melayang di udara.Benda-banda langit seperti bulan ,bintang,dan matahari juga melayang di udara dan mengelilingi bumi.Benda-benda langit tersebut merupakan api yang berada di langit,yang muncul karena pernapasan basah dari bumi,Bintang-bintang tidak memproduksi panas karena jaraknya yang jauh dari bumi.Ketika bintang,bulan,dan matahari tidak terlihat pada malam,itu disebabakan karena tersembunyi di belakang bagian-bagian tinggi dari bumi ketika mereka mengitari bumi.kemudian awan-awan,hujan,salju,dan fenomena alam lainnya terjadi karena pemadatan udara.
Sebagai ilmu alam ,Anaximenes berpendapat semuanya terjadi di udara. Kalau udara diam saja ,sudah tentu tidak terjadi yang lahir itu dengan berbagai macam dan ragam. Udara bisa jarang dan padat. Kalau udara menjadi jarang ,terjadilah api. Kalau udara berkumpul menjadi rapat terjadilah angin dan awan.Jika bertambah menjadi lebih padat terjadilah hujan dari awan itu. Dari air terjadilah tanah ,dan tanah yang sangat padat menjadi batu.[5]

3.      Tentang jiwa
Jiwa manusia dipandang sebagai kumpulan udara saja.Buktinya,manusia perlu bernapas untuk.Mempertahankan hidupnya. Jiwa adalah yang mengontrol tubuh dan menjaga segala sesuatu pada tubuh manusia bergerak sesuai dengan yang seharusnya. Karena itu, untuk menjaga kelangsungan jiwa dan tubuh. Disini, Anaximenes mengemukakan persamaan antara tubuh manusiawi dengan jagat raga berdasarkan  kesatuan prinsip dasar yang sama,yakni udara.tema tubuh sebagai mikrokosmos (jagat raya kecil) yang mencerminkan jagat raya sebagai makrokosmos (jagat raya besar) adalah tema yang akan sering dibicarakan di dalamFILSAFAT YUNANI. Akan tetapi, Anaximenes belum menggunakan istilah-istilah tersebut didalam pemikiran filsafatnya.
Disini untuk pertama kali pengertian jiwa masuk ke dalam pandangan filosofi.Hanya Anaximenes tidak melanjutkan pemikirannya kepada soal penghidupan jiwa.Soal ini terletak di luar garis filosofi alam yang menari sebab penghabisan dari alam ini.Soal jiwa yang baru kemudian menjadi masalah penting bagi filosofi.Barulah Aristoteles mengupasnya. Dengan itu dihidupkannya cabang ilmu baru yang diberi nama psikologi.[6]


BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Anaximenes adalah seorang filsuf dari Kota Miletus, kota yang sama dengan Thales dan Anaximandros. Merupakan filsuf ketiga dari Kota Miletus dan dia juga hidup disezaman demean Thales dan Anaximandros. Anaximenes disebut juga sebagai penganut madzhap miletus. Namun tentang kapan kelahiranhya msih belum jelas.Ada yang menyatakan dia lahir pada 588 SM. Anaximenes lebih muda dari Anaximandros. Bahkan dia juga disebut sebagai teman,murid,peganti dari Anaximandros. Anaximenes  mulai terkenal sekitar tahun 545 SM, sedangkan tahun kematiannya diperkirakan sekitar tahun 528-526 SM. Dia menulis satu buku, dan dari buku tersebut hanya satu fragmen yang masih tersimpan sampai kini. Merupakan filsuf pertama yang menekankan pada hukum fisika yang mendasar yang mengatur alam semesta.
a.    Udara sebagai prinsip dasar segala sesuatu
Pemikiran dari Anaximenes lebih cendrung berbicara tentang filsafat alam yakni apa yang menjadi prinsip dasar (arche) segala sesuatu. Dia merasa ada suatu kejanggalan dan kesulitan dalam menerima filsafat dari pendahulunya, Anaximandros dan Thales. Salah satu kesulitan untuk menerima filsafat Anaximandros tentang to aperion  (berasal dari bahasa yunani a =tidak  dan eras = batas) dia mengatakan suatu prinsip abstrak yang menjadi prinsip dasar segala sesuatu.
b.    Tentang Alam Semesta.
Pembentukan alam semesta menurut Anaximenes adalah dari proses pemadatan dan pengenceran udara yang membentuk air,tanah,batu,dan sebagaimanaya.Bumi,menurut Anaximenes,berbentuk datar,luas,dan tipis,hampir seperti meja.Bumi dikatakan melayang di udara sebagaimana daun melayang di udara.Benda-banda langit seperti bulan ,bintang,dan matahari juga melayang di udara dan mengelilingi bumi.Benda-benda langit tersebut merupakan api yang berada di langit,yang muncul karena pernapasan basah dari bumi,Bintang-bintang tidak memproduksi panas karena jaraknya yang jauh dari bumi.Ketika bintang,bulan,dan matahari tidak terlihat pada malam,itu disebabakan karena tersembunyi di belakang bagian-bagian tinggi dari bumi ketika mereka mengitari bumi.kemudian awan-awan,hujan,salju,dan fenomena alam lainnya terjadi karena pemadatan udara.
c.    Tentang jiwa
Jiwa manusia dipandang sebagai kumpulan udara saja.Buktinya,manusia perlu bernapas untuk. Mempertahankan hidupnya.jiwa adalah yang mengontrol tubuh dan menjaga segala sesuatu pada tubuh manusia bergerak sesuai dengan yang seharusnya.karena itu,untuk menjaga kelangsungan jiwa dan tubuh.Disini,Anaximenes mengemukakan persamaan antara tubuh manusiawi dengan jagat raga berdasarkan  kesatuan prinsip dasar yang sama,yakni udara.tema tubuh sebagai mikrokosmos(jagat raya kecil) yang mencerminkan jagat raya sebagai makrokosmos adalah tema yang akan sering dibicarakan di dalam FILSAFAT YUNANI.Akan tetapi,Anaximes belum menggunakan istilah-istilah tersebut didalam pemikiran filsafatnya.

B.  Saran
Dalam pembahasan mengenai tokoh Anaximenes pemakalah mengharapkan masukan-masukan melengkapi pembahasan ini.Makalah ini diharapkan dapat memperkaya wawasan kita dan meningkatkan pemahaman tehadap tokoh filsafat ini.










DAFTAR PUSTAKA


K. Bertens,Sejarah Filsafat Yunani,Yogyakarta,Kanisius.1990.


Simon Petrus L. Tjahjadi.Petualangan Intelektual. Yogyakarta: Kanisius,2004

Brouwer,et,al,sejarah filsafat modern dan sezamannya.Alumni,Bandung,1986.

W.K.C.Guthrie.A History of Greek Philosophy.London: Cambridge Unervisity Press.1985.

Richard McKiranan.”presocratic Philosophy.In The Cambridge Companion to Eariy Philosophy.Christopher Shields (ED).Malden:Blackwell Publishing 2003.



[1].K.bertens 1990.sejarah filsafat yunani.yogyakarta:Kanisisus.hal.31-33
[2] Brouwer,et.al,sejarah filsafat modren dan sezamannya.Alumni,Bandung,1986,hlm.2.
[3]P.Diamandopoulos.1972.”anaximenes”.in The Encyclopedia of Philosopy Volume 1.Paul Edwards(ED).New York:Macmillan Publishing &The Free Press.
[4]W.K.C.Guthrie.1985.A History of Greek Philosophy Volume 1.
[5] K.bertens 1990.sejarah filsafat yunani.yogyakarta:Kanisisus.hal.31-33
[6]Richard McKiranan. 2003.”presocratic Philosophy.In The Cambridge Companion to Eariy Philosophy.Chirstopher Shields (ED).Malden:Blackwell Publishing.

1 komentar: