Senin, 26 September 2016

Parmenides



A.   Pengertian Filsafat
Istilah filsafat dalam bahasa Indonesia memiliki padanan kata falsafah ( Arab), philosophy ( Inggris ), philosophia ( Latin ), philosophie ( Jerman, Belanda, Prancis). Semua istilah tersebut bersumber dari istilah Yunani yaitu philosophia. Istilah Yunani Philein berarti mencantai, sedangkan philos berarti teman selanjutnya istilah sophos berarti bijaksana dan Sophia berarti kebijaksanaan ( Ali Mudhofir, 2001: 18 )
Pengertian filsafat ilmu menurut Plato filsafat adalah pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran asli. Filsafat sangat berkembang pesat pada zaman Yunani kuno dan filosof yang ada pada masa Yunani kuno di antaranya Thales, Anaximander, Heraclitus, Parmenides, Zeno, Protagoras, Gorgias, Socrates, Plato, Aristoteles.
B.    Tokoh filsafat zaman Yunani kuno
Di bawah ini salah filosof pada zaman Yunani kuno yang perperan penting dalam perkembangan filsafat ilmu yaitu :
Parmenides  ( 520 SM -450 ), philo – Easy ( Filsafat itu Mudah ) :
a.       Filsafat Parmenides menyatakan bahwa realitas itu ada dua macam, yaitu ( 1 ) yang Mutlak, Satu, Abadi, dan ( 2 ) yang menipu dan hanya fatamorgana.
b.      Kebenaran yang Mutlak hanya dapat diketahui dari pemikiran murni, sedangkan kebenaran kedua adalah hasil persepsi indra.
c.       Kedua realitas kebenaran itu harus dipelajari semua dengan mendasarkan kebenaran kedua pada kebenaran pertama.

C.   Biografi Parmenides (520 SM -450 )
Parmenides lahir pada tahun 540 SM dan meninggal pada tahun 470 SM, Parmenides lahir dari kelurga yang terpandang di kota Elea, Yunani. Ia merupakan murid dari Xenophanes, namun tidak mengikuti pandangan-pandangan gurunya. Parmenides merupakan tokoh yang paling terkenal. Pemikiran filsafatnya bertentangan dengan sebab ia berpendapat bahwa segala sesuatu “yang ada” tidak berubah. Parmenides menuliskan filsafatnya dalam bentuk puisi, Puisi Parmenides terdiri dari prakata dan dua bagian. Dua bagian tersebut masing-masing berjudul “Jalan Kebenaran” dan “Jalan Pendapat. Karya Parmenides terdiri dari 3.000 baris kalimat yang bersifat puitis, tetapi hingga sekarang tinggal 150 baris. Karya utama ini sering diberi judul On Nature dan terdiri dari tiga bagian utama, yaitu :
1.      Poem.
Pada bagian ini Parmenides menceritakan dia sedang berjalan di dalam lorong yang gelam menuju cahaya. Kemudian Parmenides bertemu dengan dewi tanpa nama yang menyuruhnya belajar tentang hal kebenaran.

2.      Way of Truth ( Aletheia ).
 Pada bagian ini Parmenides menyatakan ada dua hakikat pertanyaan terhadap sebuah realitas, ia juga berpendapat bahwa kebenaran yang hakiki hanya dapat di peroleh melalui pemikiran murni dan tidak dapat di peroleh melalui persepsi indra. Way of Opinion ( Doxa ). Pada bagian ini Parmenides menjelaskan pengalaman sehari- hari yang bersifat material- fisis di dunia pada dasarnya adalah fatamorgana ( doxa ) dan hanya sebagai refleksi dari Yang satu ( Alethia ).


Parmenides mengemukakan bahwa berfikir terhadap “ sesuatu “berarti memberikan gambaran terhadap ekstensi “ sesuatu “ itu. Karena menurut Parmenides perubahan adalah tidak mungkin, ia juga berpendapat bahwa kehadiran sesuatu dan kepergian sesuatu hanyalah ilusi.








BAB III
PEMIKIRAN TOKOH

A.    Pemikiran tokoh Parmenides
Pemikiran tokoh Parmenides  menganggap bahwa segala sesuatunya tidak berubah “ Yang ada “. Parmenides berpendapat bahwa :
1.      “yang ada” adalah satu dan tak terbagi, sedangkan pluralitas tidak mungkin. Hal ini dikarenakan tidak ada sesuatu pun yang dapat memisahkan “yang ada”.
2.      “yang ada” tidak dijadikan dan tidak dapat dimusnahkan. Dengan kata lain, “yang ada” bersifat kekal dan tak terubahkan.
3.      “yang ada” itu sempurna, seperti sebuah bola yang jaraknya dari pusat ke permukaan semuanya sama.
4.      “yang ada” mengisi semua tempat, maka disimpulkan bahwa tidak ada ruang kosong. Jika ada ruang kosong, artinya menerima bahwa di luar “yang ada” masih ada sesuatu yang lain.
B.     Penerapan Filsafat dalam Bisnis
Pada zaman tokoh Parmenides filsafat tidak hanya di terapkan pada Puisi tetapi juga pada Bisnis diantaranya :
  • Filsafat Parmenides menyatakan bahwa realitas itu ada dua macam, pertama Yang Mutlak, Satu, Abadi, dan kedua yang hanya fatamorgana juga memiliki konsekuensi dalam etika bisnis.
  • Kesadaran untuk berbisnis secara etis akan memberikan manfaat bukan hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi orang lain dan lingkunganya dan akan menghasilkan kebaikan bisnis bersifat jangka panjang.
C.    Pengaruh Pemikiran Parmenides
Pemikiran Parmenides membuka babak baru dalam sejarah fisafat Yunani. Dapat dikatakan bahwa dialah penemu, cabang filsafat yang menyelidiki “yang ada”.  Pemikiran Parmenides berbeda dengan Pemikiran Herakleitos, yang menyatakan segalanya terus bergerak dan berubah. Dia menyatakan bahwa realitas merupakan keseluruhan yang tetap dan tidak berubah.











BAB IV
PENUTUP

       Pada bab penutup kita dapat mengambil kesimpulan bahwa filsafat itu sangat berparan penting bagi ilmu pengetahuan,  filsafat tidak hanya berkembang pesat pad asekarang ini tetapi juga berkembang sangat pesat pada zaman Yunani kuno. Dengan filsafat kita dapat mempelajari berbagai komponen ilmu entah agama, dan juga ekonomi. Perkembangan filsafat pada zaman Yunani kuno sangat berkembang pesat pada tokoh Parmenides pada tahun 520 SM – 450 SM, sebagai filsuf ke 5. Ia mempunyai pemikiran dalam bisnis juga dalam kehidupan yang biasa di sebut “yang ada “. Dalam perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin melesat seperti sekarang ini, filsafat juga ikut berperan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan.









DAFTAR PUSTAKA

Mudhofir Ali, 2001: 18. “ Filsafat Ilmu” .

HERACLITUS



BAB I
PENDAHULUAN


1.      Latar Belakang
Heraclitus merupakan dua tokoh filosof yang memiliki sifat yang berbeda dan pandangan filsafat yang berbeda pula. Heraclitus dikenala akan kesombongannya. Ia hanya mengaku sebagai penggemar kearifan atau amateur kebijaksanaan, bukan seseorang yang dengan bangga menyombongkan dirinya dengan kearifan dan kebijaksanaan. Karena, ada Dewa yang berada di tempat peribadatan bagi orang Yunani di Delphi menyatakan dengan cara luar biasa bahwa Ia adalah orang yang arif di negeri Yunani, Ia menafsirkan bisikan itu sebagai persetujuan atas cara acnoticism yang menjadi titik tolak difilsafatnya: “one thing only I know, and that is I know nothing”.

2.      Identifikasi Masalah
Dalam penulisan makalah ini terdapat beberapa masalah yang menjadi bahan dasar penulis menulis makalah ini. Masalah tersebut diantaranya;  filsafat Heraclitus dengan filsafat Socrates memiliki perbedaan yang sangat menonjol akan tetapi dalam pengungkapan dan pemahamannya peserta didik masih belum bisa mengertikan hal ini, sehingga topic ini penulis angkat agar peserta didik dapat memahami pemahaman mengenai filsfat dari kedua filosof tersebut.

3.      Rumusan Masalah
               A.     Bagaimanakah kisah hidup dari Heraclitus?
               B.     Apakah bunyi filsafat yang dikemukakan oleh Heraclitus?
               C.     Jelaskanlah Filsafat Heraclitus?






BAB II

PEMBAHASAN



A.     Biografi

   Herakleitos diketahui berasal dari Efesus di Asia Kecil. Ia hidup di sekitar abad   ke-5 SM    (540-480 SM). Ia hidup sezaman dengan Pythagoras dan Xenophanes, namun lebih muda usianya dari mereka. Akan tetapi, Herakleitos lebih tua usianya dari Parmenides sebab ia dikritik oleh filsuf tersebut.
Selain bahwa ia berasal dari keluarga terhormat di Efesus, tidak ada informasi lain mengenai riwayat hidupnya, sebab kebanyakan adalah cerita fiksi. Tidak ada sumber yang menyebutkan bahwa ia pernah meninggalkan kota asalnya, yang pada waktu itu merupakan bagian dari kekaisaran Persia.
Jika melihat karya-karya yang ditinggalkannya, tampak bahwa watak Herakleitos sombong dan tinggi hati. Selain mencela filsuf-filsuf di atas, ia juga memandang rendah rakyat yang bodoh dan menegaskan bahwa kebanyakan manusia jahat. Selain itu, ia juga mengutuk warga negara Efesus.


B.  Pemikiran Filsafat
              
                Heraclitus sebagai seorang filsuf pada jaman Yunani kuno saat itu telah mengutarakan gagasannya tentang sifat-sifat,dan perubahan alam semesta ini. Namun diantara pemikiran-pemikirannya itu ada yang terkesan samar dan sulit untuk dipahami, oleh karena itulah tokoh Heraclitus pada jamannya mendapat julukan “si Gelap” karena filsafatnya terkesan membingungkan, tak dapat dipahami hanya dengan sekali baca. Pandangan-pandangan yang diutarakan oleh Heraclitus diantaranya:




a.                          Logos
              “We should let ourselves be guided by what is common to all. Yet, although the Logos     is common to all, most men live as if each of them had a private intelligence of his own.”[1]
 Menurut Heraclitus alam semesta ini bergerak dan berubah karena adanya Logos. Logos yang dimaksud heraclitus tidak didefinisikan secara khusus, artinya tidak digambarkan secara jelas, tidak dapat dipahami orang lain karena logos adalah pemikiran orang itu sendiri. Pernyataan inilah yang membuat Heraclitus dijuluki “si Gelap” (the obscure), karena pemikirannya ini tidak dapat disimpulkan secara pasti. Namun jika kita mengkaji bahwa logos adalah cara berfikir manusia itu sendiri yang didefinisikan sebagai rasio, alasan, susunan, maka logos adalah cara seseorang memandang, menilai, berfikir tentang dunia dan alam sekitarnya dengan menggunakan daya pikir mereka sendiri.
b.             Api
Heraclitus berpendapat bahwa kosmos terbentuk dari api. Dari pendapatnya ini maka seperti sifatnya bahwa api itu menyala, panas, dan dapat meredup. Api dapat menciptakan sesuatu dengan panasnya, api dapat mengubah sesuatu dengan panasnya, dan cahayanya menyala, juga meredup sesuai dengan waktunya. Kehidupan di alam semesta ini dapat digambarkan sebagaimana api dalam filsafat Heraclitus. Pada suatu masa kehidupan itu akan selalu berpijar dan menyala-nyala seperti api yang sedang membara, namun pada masanya akan mati dengan sendirinya.
c.              Harmoni
Heraclitus berpendapat bahwa dua hal yang berbeda terdapat kesatuan. Perbedaan-perbedaan di alam semesta ini memiliki keterkaitan satu dengan yang lainnya, dia menganggap bahwa ada hubungan dalam setiap perbedaan.jika dikaitkan dengan  kejadian-kejadian nyata yang dialami oleh manusia misalnya rasa kenyang muncul akibat dari adanya rasa lapar. Adanya tua karena proses dari muda. Tidak akan ada orang kaya tanpa orang miskin. Tidak ada presiden tanpa rakyat. Adanya hal-hal yang berbeda inilah yang merupakan proses dari satu kesatuan yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Dan dalam perbedaan inilah tercipta sebuah harmoni kehidupan yang saling melengkapi.
d.             Sungai
“They do not step into the same rivers . It is other and still other waters that  are flowing”.  Menurut Heraclitus kita tidak akan turun dua kali di sungai yang sama. Maksud dari pandangan ini adalah menggambarkan segala sesuatu yang tidak mungkin tetap atau sama dengan sebelumnya. Segala sesuatunya pasti berubah dan bergerak, serta mengalir.
Pandagan  Heraclitus “Panta rhei uden menei, Semuanya mengalir dan tidak ada sesuatupun yang tinggal tetap” pemikiran Heraclitus ini menjelaskan kepada kita bahwa segala sesuatu tidak ada yang bersifat tetap, semuanya berubah, mengikuti arus perubahan. Jika ditelaah lebih jauh, dari pemikiran Heraclitus ini kita bisa mengkaitkan dengan jalan hidup kita. Nasib, takdir, dan jalan hidup manusia mengalir seperti air di sungai, mengikuti kemana arus sungai mengalir menuju muara sungai, demikian juga kehidupan manusia selalu berubah mengikuti arus perkembangan jaman menuju pada perubahan. Dari ada menjadi tiada, dan dari tiada menjadi ada. Dari muda menjadi tua, dari hidup menjadi mati. Dari kaya menjadi miskin, atau sebaliknya dari miskin menjadi.[2]
BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan     
Rangkuman dari pemikiran tokoh filsuf yang telah penulis jelaskan diatas pada dasarnya hanya menjelaskan sebagian dari pemikiran Heraclitus. Penulis hanya mengambil poin-poin pentingnya saja yaitu tentang konsep Logos sebagai bentuk dari pemikiran manusia sendiri, Sungai melambangkan air sebagai bentuk perubahan dan pergerakan , Api sebagai lambang suatu proses hidup dari ada hingga mati dan Harmoni  sebagai bentuk keterkaitan antara dua hal yang berbeda adalah satu. Dari konsep Heraclitus yang mempunyai maksud sendiri-sendiri itu semuanya diharapkan bisa bermanfaat untuk pengetahuan mengenai pemikiran tokoh filsafat Heraclitus.










DAFTAR PUSTAKA
Gie, The Liang. 1999. Pengantar Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Liberty.
Tafsir, Prof. Dr. Ahmad. 2008. Filsafat Umum Akal dan Hati Sejak Thales Sampai Capra. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.
Achmadi, Drs. Asmoro. 1997. Filsafat Umum. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Syadali, Drs. H. Ahmad, Dkk. 1997. Filsafat Umum. Bandung: CV. Pusataka Setia
Bachtiar,Amsal, Filsafat ilmu, Jakarta: Rajawali Pers,2010


[1] 1Drs. Asmoro Achmadi, Filsafat Umum, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1997, hlm. 35.
2Ibid., hlm. 46.

4Prof. Dr. Ahmad Tafsir, FilsafatUmum Akal dan Hati Sejak Thales Sampai Capra, PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 2008, hlm. 54.
5Drs. H. Ahmad Syadali, M.A, Filsafat Umum, CV. Pustaka Setia, Bandung, 1997, hlm. 66.