A. Pengertian Filsafat
Istilah filsafat dalam bahasa
Indonesia memiliki padanan kata falsafah ( Arab), philosophy (
Inggris ), philosophia ( Latin ), philosophie ( Jerman, Belanda,
Prancis). Semua istilah tersebut bersumber dari istilah Yunani yaitu philosophia.
Istilah Yunani Philein berarti mencantai, sedangkan philos
berarti teman selanjutnya istilah sophos berarti bijaksana
dan Sophia berarti kebijaksanaan ( Ali Mudhofir, 2001: 18 )
Pengertian filsafat ilmu menurut
Plato filsafat adalah pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran asli.
Filsafat sangat berkembang pesat pada zaman Yunani kuno dan filosof yang ada
pada masa Yunani kuno di antaranya Thales, Anaximander, Heraclitus, Parmenides,
Zeno, Protagoras, Gorgias, Socrates, Plato, Aristoteles.
B. Tokoh filsafat zaman Yunani kuno
Di bawah ini salah filosof pada
zaman Yunani kuno yang perperan penting dalam perkembangan filsafat ilmu yaitu
:
Parmenides ( 520 SM -450 ), philo – Easy ( Filsafat itu Mudah )
:
a.
Filsafat Parmenides menyatakan bahwa realitas itu ada dua macam, yaitu ( 1 )
yang Mutlak, Satu, Abadi, dan ( 2 ) yang menipu dan hanya fatamorgana.
b.
Kebenaran yang Mutlak hanya dapat diketahui dari pemikiran murni, sedangkan
kebenaran kedua adalah hasil persepsi indra.
c.
Kedua realitas kebenaran itu harus dipelajari semua dengan mendasarkan
kebenaran kedua pada kebenaran pertama.
C. Biografi Parmenides (520 SM -450 )
Parmenides lahir pada tahun 540 SM
dan meninggal pada tahun 470 SM, Parmenides lahir dari kelurga yang terpandang
di kota Elea, Yunani. Ia merupakan murid dari Xenophanes, namun tidak mengikuti
pandangan-pandangan gurunya. Parmenides merupakan tokoh yang paling terkenal.
Pemikiran filsafatnya bertentangan dengan sebab ia berpendapat bahwa segala
sesuatu “yang ada” tidak berubah. Parmenides menuliskan filsafatnya dalam
bentuk puisi, Puisi Parmenides terdiri dari prakata dan dua bagian. Dua bagian
tersebut masing-masing berjudul “Jalan Kebenaran” dan “Jalan Pendapat. Karya
Parmenides terdiri dari 3.000 baris kalimat yang bersifat puitis, tetapi hingga
sekarang tinggal 150 baris. Karya utama ini sering diberi judul On Nature
dan terdiri dari tiga bagian utama, yaitu :
1. Poem.
Pada
bagian ini Parmenides menceritakan dia sedang berjalan di dalam lorong yang
gelam menuju cahaya. Kemudian Parmenides bertemu dengan dewi tanpa nama yang
menyuruhnya belajar tentang hal kebenaran.
2. Way of Truth ( Aletheia ).
Pada bagian ini Parmenides menyatakan ada dua hakikat
pertanyaan terhadap sebuah realitas, ia juga berpendapat bahwa kebenaran yang
hakiki hanya dapat di peroleh melalui pemikiran murni dan tidak dapat di
peroleh melalui persepsi indra. Way of Opinion ( Doxa ). Pada bagian ini
Parmenides menjelaskan pengalaman sehari- hari yang bersifat material- fisis di
dunia pada dasarnya adalah fatamorgana ( doxa ) dan hanya sebagai refleksi dari
Yang satu ( Alethia ).
Parmenides mengemukakan bahwa
berfikir terhadap “ sesuatu “berarti memberikan gambaran terhadap ekstensi “
sesuatu “ itu. Karena menurut Parmenides perubahan adalah tidak mungkin, ia
juga berpendapat bahwa kehadiran sesuatu dan kepergian sesuatu hanyalah ilusi.
BAB III
PEMIKIRAN TOKOH
A. Pemikiran tokoh Parmenides
Pemikiran tokoh Parmenides
menganggap bahwa segala sesuatunya tidak berubah “ Yang ada “. Parmenides
berpendapat bahwa :
1.
“yang ada” adalah satu dan tak terbagi, sedangkan pluralitas tidak mungkin. Hal
ini dikarenakan tidak ada sesuatu pun yang dapat memisahkan “yang ada”.
2.
“yang ada” tidak dijadikan dan tidak dapat dimusnahkan. Dengan kata lain, “yang
ada” bersifat kekal dan tak terubahkan.
3.
“yang ada” itu sempurna, seperti sebuah bola yang jaraknya dari pusat ke
permukaan semuanya sama.
4.
“yang ada” mengisi semua tempat, maka disimpulkan bahwa tidak ada ruang kosong.
Jika ada ruang kosong, artinya menerima bahwa di luar “yang ada” masih ada
sesuatu yang lain.
B. Penerapan Filsafat dalam Bisnis
Pada zaman tokoh Parmenides filsafat
tidak hanya di terapkan pada Puisi tetapi juga pada Bisnis diantaranya :
- Filsafat Parmenides menyatakan bahwa realitas itu ada dua macam, pertama Yang Mutlak, Satu, Abadi, dan kedua yang hanya fatamorgana juga memiliki konsekuensi dalam etika bisnis.
- Kesadaran untuk berbisnis secara etis akan memberikan manfaat bukan hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi orang lain dan lingkunganya dan akan menghasilkan kebaikan bisnis bersifat jangka panjang.
C. Pengaruh Pemikiran Parmenides
Pemikiran Parmenides membuka babak
baru dalam sejarah fisafat Yunani. Dapat dikatakan bahwa dialah penemu, cabang
filsafat yang menyelidiki “yang ada”. Pemikiran Parmenides berbeda dengan
Pemikiran Herakleitos, yang menyatakan segalanya terus bergerak dan berubah.
Dia menyatakan bahwa realitas merupakan keseluruhan yang tetap dan tidak
berubah.
BAB IV
PENUTUP
Pada bab penutup kita
dapat mengambil kesimpulan bahwa filsafat itu sangat berparan penting bagi ilmu
pengetahuan, filsafat tidak hanya berkembang pesat pad asekarang ini
tetapi juga berkembang sangat pesat pada zaman Yunani kuno. Dengan filsafat
kita dapat mempelajari berbagai komponen ilmu entah agama, dan juga ekonomi.
Perkembangan filsafat pada zaman Yunani kuno sangat berkembang pesat pada tokoh
Parmenides pada tahun 520 SM – 450 SM, sebagai filsuf ke 5. Ia mempunyai
pemikiran dalam bisnis juga dalam kehidupan yang biasa di sebut “yang ada “.
Dalam perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin melesat seperti sekarang ini,
filsafat juga ikut berperan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan.
DAFTAR PUSTAKA
Mudhofir Ali, 2001: 18. “ Filsafat Ilmu” .