BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
Heraclitus merupakan dua tokoh
filosof yang memiliki sifat yang berbeda dan pandangan filsafat yang berbeda
pula. Heraclitus dikenala akan kesombongannya. Ia hanya mengaku sebagai
penggemar kearifan atau amateur kebijaksanaan, bukan seseorang yang dengan
bangga menyombongkan dirinya dengan kearifan dan kebijaksanaan. Karena, ada
Dewa yang berada di tempat peribadatan bagi orang Yunani di Delphi menyatakan
dengan cara luar biasa bahwa Ia adalah orang yang arif di negeri Yunani, Ia
menafsirkan bisikan itu sebagai persetujuan atas cara acnoticism yang menjadi
titik tolak difilsafatnya: “one thing only I know, and that is I know
nothing”.
2.
Identifikasi
Masalah
Dalam penulisan makalah ini terdapat beberapa masalah yang menjadi bahan
dasar penulis menulis makalah ini. Masalah tersebut diantaranya; filsafat Heraclitus dengan filsafat Socrates memiliki
perbedaan yang sangat menonjol akan tetapi dalam pengungkapan dan pemahamannya
peserta didik masih belum bisa mengertikan hal ini, sehingga topic ini penulis
angkat agar peserta didik dapat memahami pemahaman mengenai filsfat dari kedua
filosof tersebut.
3. Rumusan Masalah
A. Bagaimanakah kisah hidup dari Heraclitus?
B. Apakah bunyi filsafat yang dikemukakan oleh
Heraclitus?
C. Jelaskanlah Filsafat Heraclitus?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Biografi
Herakleitos
diketahui berasal dari Efesus di
Asia Kecil.
Ia hidup di sekitar abad ke-5 SM (540-480 SM). Ia hidup sezaman
dengan Pythagoras dan Xenophanes, namun lebih muda usianya dari mereka. Akan
tetapi, Herakleitos lebih tua usianya dari Parmenides
sebab ia dikritik oleh filsuf tersebut.
Selain
bahwa ia berasal dari keluarga terhormat di Efesus, tidak ada informasi lain
mengenai riwayat hidupnya, sebab kebanyakan adalah cerita fiksi. Tidak ada
sumber yang menyebutkan bahwa ia pernah meninggalkan kota asalnya, yang pada
waktu itu merupakan bagian dari kekaisaran Persia.
Jika
melihat karya-karya yang ditinggalkannya, tampak bahwa watak Herakleitos
sombong dan tinggi hati. Selain mencela filsuf-filsuf di atas, ia juga
memandang rendah rakyat yang bodoh dan menegaskan bahwa kebanyakan manusia
jahat. Selain itu, ia juga mengutuk warga negara Efesus.
B. Pemikiran Filsafat
Heraclitus sebagai seorang
filsuf pada jaman Yunani kuno saat itu telah mengutarakan gagasannya tentang
sifat-sifat,dan perubahan alam semesta ini. Namun diantara
pemikiran-pemikirannya itu ada yang terkesan samar dan sulit untuk dipahami,
oleh karena itulah tokoh Heraclitus pada jamannya mendapat julukan “si Gelap”
karena filsafatnya terkesan membingungkan, tak dapat dipahami hanya dengan
sekali baca. Pandangan-pandangan yang diutarakan oleh Heraclitus diantaranya:
a.
Logos
“We
should let ourselves be guided by what is common to all. Yet, although the
Logos is common to all, most men live
as if each of them had a private intelligence of his own.”[1]
Menurut Heraclitus alam semesta ini bergerak
dan berubah karena adanya Logos. Logos yang dimaksud heraclitus tidak
didefinisikan secara khusus, artinya tidak digambarkan secara jelas, tidak
dapat dipahami orang lain karena logos adalah pemikiran orang itu sendiri.
Pernyataan inilah yang membuat Heraclitus dijuluki “si Gelap” (the obscure),
karena pemikirannya ini tidak dapat disimpulkan secara pasti. Namun jika kita
mengkaji bahwa logos adalah cara berfikir manusia itu sendiri yang
didefinisikan sebagai rasio, alasan, susunan, maka logos adalah cara seseorang
memandang, menilai, berfikir tentang dunia dan alam sekitarnya dengan
menggunakan daya pikir mereka sendiri.
b. Api
Heraclitus berpendapat bahwa kosmos
terbentuk dari api. Dari pendapatnya ini maka seperti sifatnya bahwa api itu
menyala, panas, dan dapat meredup. Api dapat menciptakan sesuatu dengan
panasnya, api dapat mengubah sesuatu dengan panasnya, dan cahayanya menyala,
juga meredup sesuai dengan waktunya. Kehidupan di alam semesta ini dapat
digambarkan sebagaimana api dalam filsafat Heraclitus. Pada suatu masa
kehidupan itu akan selalu berpijar dan menyala-nyala seperti api yang sedang
membara, namun pada masanya akan mati dengan sendirinya.
c.
Harmoni
Heraclitus berpendapat bahwa dua hal
yang berbeda terdapat kesatuan. Perbedaan-perbedaan di alam semesta ini
memiliki keterkaitan satu dengan yang lainnya, dia menganggap bahwa ada
hubungan dalam setiap perbedaan.jika dikaitkan dengan kejadian-kejadian
nyata yang dialami oleh manusia misalnya rasa kenyang muncul akibat dari adanya
rasa lapar. Adanya tua karena proses dari muda. Tidak akan ada orang kaya tanpa
orang miskin. Tidak ada presiden tanpa rakyat. Adanya hal-hal yang berbeda
inilah yang merupakan proses dari satu kesatuan yang saling berkaitan dan tidak
dapat dipisahkan. Dan dalam perbedaan inilah tercipta sebuah harmoni kehidupan
yang saling melengkapi.
d.
Sungai
“They do not step into the same
rivers . It is other and still other waters that are flowing”.
Menurut Heraclitus kita tidak akan turun dua kali di sungai yang sama. Maksud
dari pandangan ini adalah menggambarkan segala sesuatu yang tidak mungkin tetap
atau sama dengan sebelumnya. Segala sesuatunya pasti berubah dan bergerak,
serta mengalir.
Pandagan Heraclitus “Panta
rhei uden menei, Semuanya mengalir dan tidak ada sesuatupun yang tinggal tetap”
pemikiran Heraclitus ini menjelaskan kepada kita bahwa segala sesuatu tidak ada
yang bersifat tetap, semuanya berubah, mengikuti arus perubahan. Jika ditelaah
lebih jauh, dari pemikiran Heraclitus ini kita bisa mengkaitkan dengan jalan
hidup kita. Nasib, takdir, dan jalan hidup manusia mengalir seperti air di
sungai, mengikuti kemana arus sungai mengalir menuju muara sungai, demikian
juga kehidupan manusia selalu berubah mengikuti arus perkembangan jaman menuju
pada perubahan. Dari ada menjadi tiada, dan dari tiada menjadi ada. Dari muda
menjadi tua, dari hidup menjadi mati. Dari kaya menjadi miskin, atau sebaliknya
dari miskin menjadi.[2]
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Rangkuman dari pemikiran tokoh
filsuf yang telah penulis jelaskan diatas pada dasarnya hanya menjelaskan
sebagian dari pemikiran Heraclitus. Penulis hanya mengambil poin-poin
pentingnya saja yaitu tentang konsep Logos sebagai bentuk dari pemikiran
manusia sendiri, Sungai melambangkan air sebagai bentuk perubahan dan
pergerakan , Api sebagai lambang suatu proses hidup dari ada hingga mati dan
Harmoni sebagai bentuk keterkaitan antara dua hal yang berbeda adalah
satu. Dari konsep Heraclitus yang mempunyai maksud sendiri-sendiri itu semuanya
diharapkan bisa bermanfaat untuk pengetahuan mengenai pemikiran tokoh filsafat
Heraclitus.
DAFTAR PUSTAKA
Gie, The Liang.
1999. Pengantar Filsafat Ilmu.
Yogyakarta: Liberty.
Tafsir, Prof.
Dr. Ahmad. 2008. Filsafat Umum Akal dan
Hati Sejak Thales Sampai Capra. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.
Achmadi, Drs.
Asmoro. 1997. Filsafat Umum. Jakarta:
PT Raja Grafindo Persada.
Syadali, Drs.
H. Ahmad, Dkk. 1997. Filsafat Umum.
Bandung: CV. Pusataka Setia
Bachtiar,Amsal, Filsafat ilmu, Jakarta: Rajawali
Pers,2010
2Ibid., hlm. 46.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar