Senin, 26 September 2016

HERACLITUS



BAB I
PENDAHULUAN


1.      Latar Belakang
Heraclitus merupakan dua tokoh filosof yang memiliki sifat yang berbeda dan pandangan filsafat yang berbeda pula. Heraclitus dikenala akan kesombongannya. Ia hanya mengaku sebagai penggemar kearifan atau amateur kebijaksanaan, bukan seseorang yang dengan bangga menyombongkan dirinya dengan kearifan dan kebijaksanaan. Karena, ada Dewa yang berada di tempat peribadatan bagi orang Yunani di Delphi menyatakan dengan cara luar biasa bahwa Ia adalah orang yang arif di negeri Yunani, Ia menafsirkan bisikan itu sebagai persetujuan atas cara acnoticism yang menjadi titik tolak difilsafatnya: “one thing only I know, and that is I know nothing”.

2.      Identifikasi Masalah
Dalam penulisan makalah ini terdapat beberapa masalah yang menjadi bahan dasar penulis menulis makalah ini. Masalah tersebut diantaranya;  filsafat Heraclitus dengan filsafat Socrates memiliki perbedaan yang sangat menonjol akan tetapi dalam pengungkapan dan pemahamannya peserta didik masih belum bisa mengertikan hal ini, sehingga topic ini penulis angkat agar peserta didik dapat memahami pemahaman mengenai filsfat dari kedua filosof tersebut.

3.      Rumusan Masalah
               A.     Bagaimanakah kisah hidup dari Heraclitus?
               B.     Apakah bunyi filsafat yang dikemukakan oleh Heraclitus?
               C.     Jelaskanlah Filsafat Heraclitus?






BAB II

PEMBAHASAN



A.     Biografi

   Herakleitos diketahui berasal dari Efesus di Asia Kecil. Ia hidup di sekitar abad   ke-5 SM    (540-480 SM). Ia hidup sezaman dengan Pythagoras dan Xenophanes, namun lebih muda usianya dari mereka. Akan tetapi, Herakleitos lebih tua usianya dari Parmenides sebab ia dikritik oleh filsuf tersebut.
Selain bahwa ia berasal dari keluarga terhormat di Efesus, tidak ada informasi lain mengenai riwayat hidupnya, sebab kebanyakan adalah cerita fiksi. Tidak ada sumber yang menyebutkan bahwa ia pernah meninggalkan kota asalnya, yang pada waktu itu merupakan bagian dari kekaisaran Persia.
Jika melihat karya-karya yang ditinggalkannya, tampak bahwa watak Herakleitos sombong dan tinggi hati. Selain mencela filsuf-filsuf di atas, ia juga memandang rendah rakyat yang bodoh dan menegaskan bahwa kebanyakan manusia jahat. Selain itu, ia juga mengutuk warga negara Efesus.


B.  Pemikiran Filsafat
              
                Heraclitus sebagai seorang filsuf pada jaman Yunani kuno saat itu telah mengutarakan gagasannya tentang sifat-sifat,dan perubahan alam semesta ini. Namun diantara pemikiran-pemikirannya itu ada yang terkesan samar dan sulit untuk dipahami, oleh karena itulah tokoh Heraclitus pada jamannya mendapat julukan “si Gelap” karena filsafatnya terkesan membingungkan, tak dapat dipahami hanya dengan sekali baca. Pandangan-pandangan yang diutarakan oleh Heraclitus diantaranya:




a.                          Logos
              “We should let ourselves be guided by what is common to all. Yet, although the Logos     is common to all, most men live as if each of them had a private intelligence of his own.”[1]
 Menurut Heraclitus alam semesta ini bergerak dan berubah karena adanya Logos. Logos yang dimaksud heraclitus tidak didefinisikan secara khusus, artinya tidak digambarkan secara jelas, tidak dapat dipahami orang lain karena logos adalah pemikiran orang itu sendiri. Pernyataan inilah yang membuat Heraclitus dijuluki “si Gelap” (the obscure), karena pemikirannya ini tidak dapat disimpulkan secara pasti. Namun jika kita mengkaji bahwa logos adalah cara berfikir manusia itu sendiri yang didefinisikan sebagai rasio, alasan, susunan, maka logos adalah cara seseorang memandang, menilai, berfikir tentang dunia dan alam sekitarnya dengan menggunakan daya pikir mereka sendiri.
b.             Api
Heraclitus berpendapat bahwa kosmos terbentuk dari api. Dari pendapatnya ini maka seperti sifatnya bahwa api itu menyala, panas, dan dapat meredup. Api dapat menciptakan sesuatu dengan panasnya, api dapat mengubah sesuatu dengan panasnya, dan cahayanya menyala, juga meredup sesuai dengan waktunya. Kehidupan di alam semesta ini dapat digambarkan sebagaimana api dalam filsafat Heraclitus. Pada suatu masa kehidupan itu akan selalu berpijar dan menyala-nyala seperti api yang sedang membara, namun pada masanya akan mati dengan sendirinya.
c.              Harmoni
Heraclitus berpendapat bahwa dua hal yang berbeda terdapat kesatuan. Perbedaan-perbedaan di alam semesta ini memiliki keterkaitan satu dengan yang lainnya, dia menganggap bahwa ada hubungan dalam setiap perbedaan.jika dikaitkan dengan  kejadian-kejadian nyata yang dialami oleh manusia misalnya rasa kenyang muncul akibat dari adanya rasa lapar. Adanya tua karena proses dari muda. Tidak akan ada orang kaya tanpa orang miskin. Tidak ada presiden tanpa rakyat. Adanya hal-hal yang berbeda inilah yang merupakan proses dari satu kesatuan yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Dan dalam perbedaan inilah tercipta sebuah harmoni kehidupan yang saling melengkapi.
d.             Sungai
“They do not step into the same rivers . It is other and still other waters that  are flowing”.  Menurut Heraclitus kita tidak akan turun dua kali di sungai yang sama. Maksud dari pandangan ini adalah menggambarkan segala sesuatu yang tidak mungkin tetap atau sama dengan sebelumnya. Segala sesuatunya pasti berubah dan bergerak, serta mengalir.
Pandagan  Heraclitus “Panta rhei uden menei, Semuanya mengalir dan tidak ada sesuatupun yang tinggal tetap” pemikiran Heraclitus ini menjelaskan kepada kita bahwa segala sesuatu tidak ada yang bersifat tetap, semuanya berubah, mengikuti arus perubahan. Jika ditelaah lebih jauh, dari pemikiran Heraclitus ini kita bisa mengkaitkan dengan jalan hidup kita. Nasib, takdir, dan jalan hidup manusia mengalir seperti air di sungai, mengikuti kemana arus sungai mengalir menuju muara sungai, demikian juga kehidupan manusia selalu berubah mengikuti arus perkembangan jaman menuju pada perubahan. Dari ada menjadi tiada, dan dari tiada menjadi ada. Dari muda menjadi tua, dari hidup menjadi mati. Dari kaya menjadi miskin, atau sebaliknya dari miskin menjadi.[2]
BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan     
Rangkuman dari pemikiran tokoh filsuf yang telah penulis jelaskan diatas pada dasarnya hanya menjelaskan sebagian dari pemikiran Heraclitus. Penulis hanya mengambil poin-poin pentingnya saja yaitu tentang konsep Logos sebagai bentuk dari pemikiran manusia sendiri, Sungai melambangkan air sebagai bentuk perubahan dan pergerakan , Api sebagai lambang suatu proses hidup dari ada hingga mati dan Harmoni  sebagai bentuk keterkaitan antara dua hal yang berbeda adalah satu. Dari konsep Heraclitus yang mempunyai maksud sendiri-sendiri itu semuanya diharapkan bisa bermanfaat untuk pengetahuan mengenai pemikiran tokoh filsafat Heraclitus.










DAFTAR PUSTAKA
Gie, The Liang. 1999. Pengantar Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Liberty.
Tafsir, Prof. Dr. Ahmad. 2008. Filsafat Umum Akal dan Hati Sejak Thales Sampai Capra. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.
Achmadi, Drs. Asmoro. 1997. Filsafat Umum. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Syadali, Drs. H. Ahmad, Dkk. 1997. Filsafat Umum. Bandung: CV. Pusataka Setia
Bachtiar,Amsal, Filsafat ilmu, Jakarta: Rajawali Pers,2010


[1] 1Drs. Asmoro Achmadi, Filsafat Umum, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1997, hlm. 35.
2Ibid., hlm. 46.

4Prof. Dr. Ahmad Tafsir, FilsafatUmum Akal dan Hati Sejak Thales Sampai Capra, PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 2008, hlm. 54.
5Drs. H. Ahmad Syadali, M.A, Filsafat Umum, CV. Pustaka Setia, Bandung, 1997, hlm. 66.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar